Kamis, 27 Januari 2011

KEBAHAGIAAN SEJATI



Erin berjalan menyusuri jalan setapak ditengah hutan jati, tepatnya sebuah hutan yang menghubungkan dengan sebuah desa yang memberikan sebuah inspirasi dan kekayaan hati.

Pertemuan yang tidak sengaja saat Erin pergi menghadiri undangan pesta perkawinan didesa itu, ditengah perjalanan Erin bertemu dengan seorang ibu muda dengan 2 orang anaknya yang kira kira berumur 8 dan 10 th. Mereka sedang mencari kayu bakar.
 
“Mau kemana Mbak?” .Sapa ibu muda
“Oh ini mau menghadiri undangan Mbk”.jawab Erin

Begitulah awal dari pertemuan Erin dengan ibu muda itu, mungkin sudah takdir yang maha kuasa bila akhirnya Erin dipertemukan lagi dengan ibu muda yang ditemuinya dihutan.saat itu Erin mau pulang dari undangan dan ternyata Erin melewati sebuah rumah yang sangat memprihatinkan.
Di belakang rumah itu adalah dapur yang bercampur dengan kandang kambing, disitu Erin melihat ibu muda yang sedang memasak.

“Mampir dulu mbk?” sapa ibu muda
“iya mbak makasih”.jawab Erin.

Erin berhenti sejenak seperti ada sesuatu yang mengusiknya hatinya.akhirnya Erin ngobrol sebentar dengan ibu tersebut yang ternyata sudah janda.Dari situ Erin baru tahu kalo ibu itu bernama inah dan statusnya sudah janda.Sungguh kasihan sekali batin Erin.Dalam perjalanan pulang Erin trus teringat ibu inah dan berharap suatu saat bisa datang kerumahnya lagi untuk sekedar berbagi walaupun sebenarnya keadaan Erinpun tidaklah berkecukupan.

Sebulan sudah semenjak peristiwa itu Erin trus terusik untuk kembali menemui ibu inah,tapi uang dari mana sedang pekerjaanya saja serabutan, tapi semangat Erin seperti mendapat jawaban dari yang maha kuasa.Siang itu Erin melangkahkan kakinya kerumah ibu inah.

Dirumah itu Erin disambut dengan hangat walaupun belum lah begitu kenal.sungguh sedih hati Erin ketika tahu bahwa ibu inah harus merawat kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia dan tidak lagi bisa bekerja.jadi selama ini ibu ina lah yang jadi tulang punggung keluarga.ketika Erin pamitan pulang ia mengeluarkan amplop yang berisi 50 rb rupiah.

Ia berikan kepada anaknya ibu inah,dan anak tersebut senang sekali begitu pula Erin.Sungguh hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan buatnya.Sesampainya dirumah ia membuka dompetnya dan tersisa uang seribu rupiah, Erin tak tahu esok harus bagaimana karena ia memang butuh uang banyak untuk pernikahannya tapi Erin percaya Tuhan akan memberinya jalan. Erin menangis sedih dengan keadaanya tapi kemudian ia tersenyum,  bersyukur karena hidupnya masih bisa bermanfaat bagi  orang lain.

Hikmah yang bisa diambil dari cerita ini adalah: Nikmatnya memberi ,karena ketika kita membuat orang lain bahagia adalah sesuatu yang mahal harganya. 


Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.

1 komentar:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
    Artikel anda akan segera di catat
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

    BalasHapus